Hot News

" ** " *** " Success and Enjoy with The New School Year "

Thursday, November 3, 2011

Multiple Intelligences (part-1 Linguistic Intelligence)

Dr Howard Gardner, profesor bidang pendidikan di Harvard University Amerika Serikat mengembangkan sebuah teori tentang kecerdasan bahwa kecerdasan seseorang baik anak maupun dewasan bisa dilihat secara lebih menyeluruh tidak hanya sebatas kecerdasan linguistik (bahasa)
dan logika saja.

Gardner membagi kecerdasan kedalam 8 bagian (Yang kemudian belakangan Gardner menambahkannya dengan kecerdasan Spiritual)


1.     Linguistic intelligence (Kecerdasan Bahasa)
2.     Logical – mathematical intelligence (Kecerdasan logika-matematika)
3.     Spatial intelligence (Kecerdasan visual-spasial)
4.     Bodily-kinesthetic intelligence (Kecerdasan gerak tubuh)
5.     Musical intelligence (Kecerdasan musikal)
6.     Interpersonal intelligence (Kecerdasan interpersonal)
7.     Intrapersonal intelligence (Kecerdasan Intrapersonal)
8.     Naturalist intelligence (Kecerdasan natural)
9.     Spiritual intelligence (Kecerdasan rohani)

Kecerdasan Linguistik (Kecerdasan Bahasa)

Berkaitan erat dengan keterampilan dan persepsi mengelola kata dan bahasa. Bermula ketika anak mulai babbling yang kemudian dilanjutkan dengan mencoba mengucapkan kata diusia satu tahun. Kemudian kemampuan berbahasanya meningkat ditahun kedua usianya  ketika ia mulai mengucap kalimat kalimat, menggunakan kata dengan tepat dan efektif.


Tahap perkembangan bicara anak usia balita

12 – 26 bulan    (1 – 2 th)
Berbicara
Mengucapkan beberapa kata secara konsisten,tetapi sebagian besar bervariasi cara pengucapannya, jumlah kata terbatas.
Bahasa
Dapat menggunakan satu kata untuk menyebut benda tertentu, dapat mengklasifikasi benda, dan dapat mengemukakan makna yang berhuungan dengan benda itu. Dapat  menggucapkan kalimat yang terdiri dari dua kata
Komunikasi
Menggunakan gerak tubuh untuk mengekspresikan keinginan

27 – 30 bulan    (2 – 2,5 tahun)
Berbicara & Bahasa
Mulai mengikuti atura tata bahasa secara konsisten.
Mulai menggunakan Keterangan waktu seperti “kemarin”, “tadi”, kata ganti orang seperti “dia”, “kamu”, “mereka”.
Komunikasi
Menanggapi lawan bicara dan terlibat dalam dialog
singkat. Sudah dapat menggunakan istilah “di sini”, “di mana” untuk
mengarahkan perhatian serta sudah dapat melaksanakan perintah

31 – 34 bulan (2,5 – 3 tahun)
Berbicara
Mengartikulasi sebagian besar konsonan dengan baik (“r” dan “s”). Meniru kembali kata kata dengan pengucapan yang benar (termasuk bahasa asing)
Bahasa
Melanjutkan bereksperimen dengan kalimat kalimat penjelasan. Mulai menggunakan kalimat negatif, kalimat tanya dan kalimat perintah.
Komunikasi
Berusaha menjadi lawan bicara yang baik, menggunakan kalimat tanya jawab dan menggunakan variasi perumpamaan untuk mendapatkan benda atau pertolongan yang diinginkan. Dapat melaksanakan dua perintah sekaligus Anak usia ini juga sudah dapat menggunakan sudut pandang lawan bicaranya. Membaca dengan menggunakan objek gambar


35 – 40 bulan(3 – 3,75 tahun)
Berbicara
Dapat mengurangi atau mempersingkat kata dan sekelompok
konsonan (ny, ng, sy, dan lain-lain)
Bahasa
Membuat kalimat tanya seperti pada orang dewasa, membuat kalimat yang rumit seperti, “iya ‘kan?”, “iya ngga, sih?”, “sudahkah?”, “maukah?”, “harusnya”, “mungkin’. Suka bereksperimen dengan kalimat kalimat yang dilontarkan (misalnya kalimat yang diserap dari tontonan atau buku)
Komunikasi
Tampak memiliki kepedulian lebih baik pada aspek social pada saat berbicara pada orang lain,mulai bisa beradu argumentasi, menggunakan kalimat terbuka untuk memperpanjang percakapan. Membaca gambar dengan susunan kalimat yang benar.

41 – 46 bulan (3,75 – 4,5 tahun)
Berbicara
Mengucapkan sekumpulan konsonan secara lebih menyatu, seperti pada kata “Praktis”, “Semprong”, “Semrawut”.
Bahasa
Dapat menyusun kalimat dalam bentuk lampau. Misalnya, “Kemarin kemarinnya lagi aku lupa menyimpan sepatuku”. Anak usia ini juga sudah dapat membuat kalimat majemuk setara dan bertingkat menggunakan kata kalau, “Nanti kalau sudah banyak uang
tabungannya, aku mau beli mobilan”.
Komunikasi
Dapat menggunakan kata yang lebih sederhana ketika bicara dengan anak yang lebih kecil. Anak usia ini sudah dapat  membicarakan perasaannya, misalnya “Aku jengkel sama dia, soalnya dia suka merebut mainanku.”

Kegiatan kegiatan yang dapat menstimulasi kecerdasan linguistik  :

        1. Mengajak anak berbicara 
            Kegiatan ini dapat dilakukan mulai sejak bayi baru lahir. Cara menstimulasi dan  berkomunikasinya bisa dilakukan dengan sangat sederhana, misal sambil menyentuh, ayah atau bunda bisa berkata “ini mata”, “ini hidung” atau “ini mulut kamu”. Meskipun bayi hanya mendengarkan tetapi sesungguhnya ia menyadari bahwa bunyi atau suara adalah sesuatu yang bermakna. Kemudian diusia 5-6 bulan bayi biasanya akan mencoba meniru bunyi bunyi yang didengarnya.

        2. Membacakan cerita
        Membaca cerita atau mendongeng bisa dilakukan mulai usia berapa saja bahkan mulai sejak bayi sekalipun. Bunda atau ayah hanya tinggal memangku anak dan mulai membacakan cerita dari buku atau cerita yang dikarang sendiri.

To be continues part-2 Logical – mathematical intelligence (Kecerdasan logika-matematika)

Share and Enjoy from http://forenglishteachers.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...